Siber Media Rakyat

Tewas di Tengah Kebun, Kematian Gita Menyisakan Banyak Tanda Tanya

SEMARAKPOST | KEPAHIANG – Kematian tragis Gita Fitri (25), warga Desa Batu Bandung, kian menyita perhatian publik. Gadis muda itu ditemukan tewas tak wajar di area perkebunan Desa Talang Sawah pada Rabu dini hari (2/2/2026). Meski disebut meninggal akibat tersengat aliran listrik jerat babi, fakta-fakta di lapangan justru memunculkan lebih banyak pertanyaan dibanding jawaban.

Korban ditemukan sekitar pukul 02.00 WIB dalam kondisi sudah tidak bernyawa, dengan luka bakar di sejumlah bagian tubuh. Gita kemudian dilarikan ke RSUD Kepahiang sekitar pukul 03.30 WIB dan dinyatakan meninggal dunia. Namun hingga kini, kronologi pasti kejadian masih kabur.

Polres Kepahiang telah menetapkan tiga orang sebagai saksi, yakni E (35), JI (36), dan MK (60). Keberadaan para saksi ini justru memicu tanda tanya baru. Apa hubungan mereka dengan korban? Mengapa seorang perempuan berusia 25 tahun berada di tengah kebun pada dini hari? Dan aktivitas apa yang sebenarnya dilakukan sebelum nyawanya melayang?

Pihak keluarga korban menyatakan kejanggalan yang mereka rasakan bukan tanpa alasan. Iwan, Kepala Desa Batu Bandung yang juga kakak sepupu almarhumah, menegaskan bahwa keluarga belum menerima penjelasan utuh terkait peristiwa tersebut.

“Korban pertama kali ditemukan warga, lalu dilaporkan ke Polsek Bermani Ilir. Setelah itu langsung dibawa ke RSUD Kepahiang untuk visum,” ungkap Iwan saat dikonfirmasi di Polres Kepahiang, Kamis (5/2/2026) dini hari.

Namun yang paling disorot keluarga dan masyarakat adalah hilangnya handphone milik korban. Hingga kini, ponsel tersebut belum ditemukan. Padahal, barang berharga lain seperti perhiasan emas dan mobil yang digunakan korban masih utuh, tidak berkurang sedikit pun.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius. Jika benar korban meninggal karena kecelakaan murni, lalu mengapa hanya handphone yang hilang? Apakah ada informasi penting yang lenyap bersama perangkat tersebut? Atau ada pihak tertentu yang sengaja menghilangkan alat bukti?

Di tengah masyarakat, isu dugaan manipulasi fakta mulai berembus kencang. Warga menilai kematian Gita tidak bisa disederhanakan hanya sebagai musibah tersengat listrik. Terlebih, lokasi kejadian, waktu kejadian, serta hilangnya barang pribadi korban menjadi rangkaian kejanggalan yang sulit diabaikan.(mat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *